PSIKOLOGI UMUM PT 12
Haloo teman-teman semuaa
Jadi seperti biasa aku mau ngasih ringkasan blog yang udah aku baca dan pahami sebisa aku dari buku Ciccarelli 😸😸.
Dan aku mau minta maaf juga kalau misal nantinya tulisan aku agak berantakann, karena aku masih nulis dari hp langsung, laptop aku masih diservis :<. Nah kali ini aku bakal bahas tentang "Seksualitas dan Gender"
A. The Physical Side of Human Sexuality
• The Primary and Secondary Sex Characteristics (Karakteristik Kelamin)
1. Karakteristik Seks Primer
Karakteristik primer ini berhubungan dengan organ reproduksi manusia. Kita kan pasti udah pernah belajar organ reproduksi yaa pas SD, nah ini tuh contohnya kalo pada perempuan itu ada vagina, rahim, uterus dan pada laki-laki itu ada testis, penis, skrotum yang semua itu tuh emang karakteristik bawaan yang udah ada dari kita semua kecil
2. Karakteristik SeksSekunder
Kalau primer tadi itu bawaan, nah kalau skunder itu berkembang selama masa pubertas. Misal kalau di laki-laki ada perubahan suara yang lebih berat, kalau di perempuan munculnya darah mens, payudara membesar dan lain-lain.
Nah walaupun karakteristik primer itu bawaan, namun mereka juga bisa berkembang loh. Misal kayak pertumbuhan penis dan testis pada laki-laki ataupun berkembangnya sel telur pada perempuan
B. The Psychological Side of Human Sexuality
1. Pengaruh Budaya terhadap Gender
Seperti yang kita ketahui, proses pengembangan identitas setiap kita dipengaruhi oleh faktor biologis dan lingkungan (misal kayak pola asuh dari orang tua). Teman-teman pasti banyak mendengar tentang orang yang melakukan operasi ganti kelamin atau transgender, nah kenapa sih mereka bisa kayak gitu? kenapa ga ngejalanin hidup sesuai gender yang udah ditakdirin Tuhan aja? nah ternyata mereka tuh puny masalah psikologis, biologi serta lingkungannya. Mereka umumnya merasa hidup pada jenis kelamin yang salah, jadi kayak mereka ngerasa nempatin tubuh jenis kelamin yang lain, yang sebenarnya dia mungkin ngerasa dia cocoknya di gender perempuan, tapi nyatanya dia terlahir menjadi laki-laki. Nah ketika orang-orang merubah jenis kelamin atau berperilaku tidak sesuai dengan jenis kelaminnya, kebanyakan orang-orang disekitarnya akan menghakimi dia dan tidak mau menerima perubahan yang dia lakukan.
Walaupun penyebab orang-orang tersebut merubah gendernya masih belum dipahami secara menyeluruh, namun ada beberapa pengaruhnya seperti pengalaman masa kecil.
Terus juga orang-orang dengan kondisi kni tuh ngerasa kalau mereka emang harus berubah ke jenis kelamin primer mereka, makanya mereka melakukan operasi ganti kelamin
2. Pengaruh Biologis
Para peneliti percaya kalau biologi berperang penting dalam gender. Dalam sebuah penelitian yang di dalamnya ada 25 anak laki-laki yang emang terlahir sebagai laki-laki, merwka lahir dengan kelamin ambigu sehingga dibedah dan dibesarkan sebagai anak perempuan, nah walaupun mereka dibesarkan sebagai anak perempuan, tapi tetep aja mereka lebih suka kegiatan bermain yang biasanya dilakukan anak laki-laki, dan sebagian mereka juga ada yang bilang kalau mereka itu adalah laki-laki, bukan perempuan.
Nah dari sini peneliti percaya kalau hormon pas pembentukan bayi itu bukan cuman mempengaruhi fisik bayi, tapi juga mempengaruhi perilaku bayi kedepannya nanti.
Terus juga peneliti menemukan anak yang terpapar androgen (misal obat mencegah keguguran adalah hormon laki-laki) sebelum lahir, nanti pas tumbuhnya si anak ini bakal menjadi tomboi, tapi pas mereka dewasa mereka akan ingin menjadi lebih seperti perempuan pada umumnya. Namun penelitian ini belum bisa dibuktikan kebenarannya
3. Pengaruh Lingkungan
Walaupun tadi anak perempuan tersebut jadi tomboi karena terpapar androgen, tapi ketika dewasa ia akan berubah menjadi lebih feminim, hal ini tentunga karena ada tekanan dari masyarakat.
C. Human Sex Behavior
Nah topik ini tuh dulu cukup kontroversial karena waktu itu ngebahas sekz dianggap hal yang tabu dan kebanyakan juga yang ngebahas seks itu anak-anak muda yang sedang mengeksplorasi "kebebasan bercinta". Terus dilakukan tuh penelitian terhadap 700 relawan pria dan wanita tentang apa yang dirasakan mereka ketika berhubungan intim ataupun masturbasi yang bakal kita bahas tahapannya di bawah ini
• Respon Seksual
Di respon seksual ini ada 4 tahap, yaitu:
1. Fase 1, yaitu kegembiraan
Ketika kita melakukan kegiatan seksual, kita bakal berada di tahap pertama dimana pada tahap ini kita bakal ngerasain gairah seksual yang ngebuat denyut nadi meningkat, tekanan darah meningkat, pernapasan kitaa jadi lebih cepat. Pada wanita bisa dilihat ciri-ciri nya seperti klitoris membengkak, vagina basah, bibir vagina terbuka. Pada laki-laki itu penis menjadi ereksi, testis tertarik ke
atas dan kulit skrotum jadi lebih kencang
2. Fase 2, yaitu Plateu (dataran tinggi (?) ).
Di fase ini bakal ada banyak perubahan fisik, misal pada wanita itu bibir luar vagina menjadi merah, sedangkan pada laki-laki penis akan ereksi dan mengeluarkan beberapa tetes cairan. Fase ini berlangsung beberapa detik hingga beberapa menit
3. Fase 3, yaitu orgasme.
Fase ini tuh fase terpendek dibanding fase-fase lainnya. Fase ini melibatkan seranhkain kontraksi otot atau yang biasa kita kenal dengan orgasme. Pada wanita, saat fase orgasme akan merasakan rahim berkontraksi dan menimbulkan rasa senang. Sedangkan pada pria akan ada kontraksi orgasme otot-otot di dalam dan sekitar penis yang memicu keluarnya air mani
4. Fase 4, yaitu Resolusi.
Fase ini adalah fase dimana tubuh kembali ke keadaan normal lagi. Pada perempuan itu detanv jantung, tekanan darah menurun ke tingkat normal. Sedangkan pada pria, mereka tidak bisa mencapai orgasme lagi dan harus menunggu kembali untuk bisa orgasme lagi yang disebut dengan periode refraktori.
• Studi dari Beberapa Ahli
1. Kinsey Study
Jadi pada 1948, Alfred Kinsey mempublish laporan tentang perilaku seksual yang sudah dia kumpulkan dari tahun 1938-1948. Dia melakukan wawancara terhadap sukarelawan dan dia mendapatkan hasil bahwasannya hampir setengah dari pria memiliki pengalaman biseks, melakukan hubungan seksual pada usia 16 tahun, terlibat hubungan seks pranikah dan masturbasi dibanding perempuan.
Tapi data yang diberikan Kensey masih jauh dari kata sempurna karena dinilai ia lebih berfokus kepada perilaku seksual yang tidak normal serta terdapata pemalsuan dan kesalahan metode.
2. The Janus Report
Nah kalau tadi ada Kensey yang menerbitkan hasil penelitiannya, kalau sekarang ada Dr. Samues S. Janus dan Dr Cynthia L yang menerbitkan penelitiannya. Namun hasil penelitiannya sedikit berbeda dengan Kensey. Kalau Kensey tadi bilang bahwasannya lebih banyak pria yang melakukan perbuatan seksual, nah kalau laporan si Janus ini bilang pria lebih sedikit melakukan masturbasi. Kalau tingkat hubungan seks pranikah itu hampir sama kayak data si Kensey, sementara laporan seks di luar pernikahan juga sama dengan hasil survey Kensey.
3. The National Survey of Sexual Health and Behavior
Pada tahun 2010, peneliti dari Pusat Promosi Kesehatan Seksual di Univ Indiana menghasilkan survei nasional tentang kesehatan dan perilaku seksual, dimana ada sekitar 5.865 relawan remaja dan dewasa dan mendapatkan hasil 29.9-68.6 % terlibat masturbasi solo. Dan pada wanita, 40-72 % terlibat masturbasi solo.
Selain itu, dilaporkan juga terdapat sejumlah besar individu yang melakukan masturbasi solo, masturbasi dengan pasangan, seks oral, dan seks anal.
4. Explaining the Survey Findings
Pasti setelah baca beberapa hasil survey di atas temen-temen bertanya, kenapa ya laki-laki lebih aktif secara seksual dibanding perempuan?
nah di buku Ciccarelli tuh bilang kalau ini ada teori evolusi, maksudnya adalah bagaimana organisme akan melakukan apa yang harus mereka lakukan untuk meneruskan keturunan, dan ini berbeda prosesnya antara pria dan wanita.
Robert Trivers mengajukan teori yaitu teori investasi orang tua untuk menjelaskan perbedaan perilaku seksual pria dan wanita.
Jadi gini, laki-laki kan ga perlu hamil ya? maksudnya pas dia menghamili cewe, ya dia cuman mengeluarkan sperma aja, ga perlu ikutan hamil kayak cewe kan? nah oleh karena dia ga perlu repot-repot untuk hamil, melahirkan, menyusui, jadi pria cenderung punya banyak pasangan seksual. Berbeda dengan perempuan nih, kalau perempuan kan harus mengandung, terus melahirkan, terus menyusui, nah hal ini yang bikin perempuan tuh selektif dalam memilih pasangan. Laki-laki juga cenderung memilih pasangan yang menarik, kayak cantik, bodynya bagus dan lain-lain karena emang daya tarik laki-laki begitu, sedangkan perempuan lebih memilih pasangan yang mapan, setia dan bertanggung jawab karena perempuan lebih memikirkan masa depan karena mereka lebih banyak menginvestasikan waktunya untuk ber-reproduksi (hamil, melahirkan).
• Orientasi Seksual
Orientasi seksual itu adalah rasa ketertarikan terhadap lawan jenis maupun sesama jenis. Orientasi yang paling kita kenal dan kita maklumi adalah heteroseksual, yaitu ketertarikan terhadap lawan jenis. Nah selain heteroseksual, ada juga homoseksual yang berarti ketertarikan terhadap sesama jenis. Homoseksual ini sulit diterima teman-teman karena dianggap menyimpang oleh masyarakat dan budaya. Karena mereka mendapat penolakan dari orang-orang, orang yang mempunyai orientasi homoseksual cenderung berbohong jika ditanya orientasinya untuk menghindari perlakuan negatif dari orang sekitar.
Nah selain dari kedua tadi, ternyata ada juga loh yang lain, yaitu biseksual. Biseksual tuh kayak dia bisa punya ketertarikan ke lawan jenis, maupun ke sesama jenis.
Lalu selain biseksual, ada juga namanya aseksual, yaitu kurangnya ketertarikan seksual kepada siapapun.
Nahhh udahh nihh pembahasan kitaa, semoga ringkasan materi kali ini bisa temen-temen pahami yaa, timakasii💝🥰
Referensi Jurnal:
Ciccarelli SK, White J.N. Psychology. 5th ed. London: Pearson Education; 2017.
Komentar
Posting Komentar