PSIKOLOGI UMUM PT5

 

Moshi moshi minna sannn  >//<

Gimana nih kabarnyaa? Jaga kesehatan terus yaaa, karena sekarang lagi musim sakit, aku aja udah beberapa minggu ini sakit terus karena kecapean

Tapiii nihh walaupun sakit, aku tetap ngerangkum materi psium yang akan kita pelajari nanti, jadi enjoy bacanya yaaa :D

 

PENCETUS PSIKOLOGI GASTALT

1.      Max Wertheimer (1880-1943)

Wertheimer lahir di Praha pada tanggal 15 April. Perdebatan tentang keberadan “pemikiran tentang bayangan” dan tentang introspeksi apa yang harus difokuskan mempengaruhi pemikiran Wertheimer. Ia memiliki minat yang luas dan ia juga menerbitkan artikel-artikel yang diterbitkan dalam bahasa Jerman dan meraih penghargaan tertingg, Plakat WilhelmWundt.

2.      Kurf Koffka (1886-1941)

Ia lahir pada 18 Maret di Berlin. Pada tahun 1922 Koffka menulis sebuah artikel dalam bahasa Inggris tentang psikologi Gestalt yang berjudul “Persepsi: Pengantar Gestalt-Theorie”. Artikel ini diyakini telah menyebabkan sebagian besar psikolog AS keliri dengan asumsi bahwa ahli Gestalt hanya tertarik pada persepsi. Namun yang benar adalah ahli Gestalt juga tertarik pada banyak masalah filosofis serta dalam pembelajaran dan pemikiran. Alasan mengapa konsentrasi awal pada persepsi adalah karena Wundt telah berkonsentrasi pada persepsi, dan dialah focus utama serangan mereka.

3.      Wolfgang Kohler (1887-1967)

Ia lahir pada 21 Januari di Reval. Kohler memusatkan studinya pada ifat pembelajaran pada simpanse. Ia meringkas pengamatannya di Mentalitas Kera (1917/1925). Kohler sangat kritis terhadap Frechner dan menawarkan psikofisika sebagai contoh tentang apa bisa terjadi jika pengukuran mendahului pemahaman tentang apa yang sedang diukur. Psikologi Gestalt menjadi sangat berpengaruh di AS dan juga behaviorisme adalah tema dominan dalam psikologi AS saat Gestaltist berusaha membuat terobosan. Kohler juga menerima banyak penghargaan, salah satunya adalah keanggotan di American Philosophical Society, National Academy of Sciences dan American Academy of Arts and Sciences.

KETETAPAN PERSEPTUAL

Ketetapan perseptual mengacu pada cara kita menanggapi objek seolah-olah mereka sama, meskipun rangsangan aktual yang diterima oleh indra sangat bervariasi. Objek fisik selalu sama, namun rangsangan mata kita berbeda-beda kaena jarak, orientasi, atau iluminasi objek konstan itu berubah. Oleh karena itu terdapat istilah ketetapan ukuran, ketetapan bentuk, dan ketetapan kecerahan. Para empiris menjelaskan bahwa keteguhan persepsi sebagai hasil dari pembelajaran. Sensasi yang diberikan oleh objek yang terlihar pada berbagai sudut, posisi, dan tingkat iluminasi berbeda, tetapi dari pengalaman kita belajar mengoreksi dan merespon objek dengan cara yang sama.

Namun para Gentalist tidak setuju. Mereka mengatakan bahwa ketetapan adalah cerminan langsung dari aktivitas otak yang bukan hasil dari sensasi pembelajaran. Kohler menyatakan bahwa ketetapan kecerahan disebabkan oleh adanya konsanta nyata yang ada. Kohler menjelaskan ketetapan persepsi lainnya melibatkan warna, bentuk dan ukuran cara yang mirip.

PERSEPTUAL GESTALTEN

Para ahli Gestalt membuat hubungan gambar-tanah sebagai komponen utama dari sistem teoretis mereka. Selain itu, mereka juga menjelaskan prinsip-prinsip yang dengannya elemen-elemen persepsi diorganisasikan ke dalam konfigurasi. Misal, rangsangan yang memiliki kesinambungan satu sama lain yang akan dialami sebagai unit perseptual.  Menurut prinsip inklusivitas, Kohler percaya bahwa dalam prinsip ini memberikan bukti yang bertentangan dengan penjelasan empiris tentang persepsi,. Bila ada lebih dari satu gambar, kemungkinan besar kita akan melihat gambar yang berisi rangsangan paling banyak dan juga kalua ada figure kecil di bawah figur besar, maka kita cenderung akan melihat figur yang besar, dimana penggunaan kamuflase adalah penerapan prinsip ini. Objek yang serupa dalam beberapa hal cenderung membentuk unit persepsi, dikenal sebagai prinsip. Terdapat beberapa prinsip, yaitu prinsip kontinuitas, prinsip kedekatan, prinsip inklusifitas, prinsip kesamaan, dan prinsip penutupan.

Ahli Gestalt percaya pada isomorfisisme psikofisik yang menurutnya pengalaman sadar kita secara langsung berkaitan dengan pola aktivitas otak dan aktivitas otak yang mengatur dirinya sendiri sesuai dengan hukum Pragnanz.

REALITAS SUBJEKTIF DAN OBJEKTIF

Koffka menuturkan bahwa lingkungan geografis adalah lingkungan fisik, sedangkan lingkungan perilaku adalah interpretasi subjektif dari lingkungan geografis. Dapat disimpulkan bahwa realitas subjektif kita mengatur tindakan kita lebih dari lingkungan fisik.

TEORI LAPANGAN LEWIN

Ia lahir pada tanggal 9 September di Mogilno, Jerman. Lewin membedakan antara pandangan Aristoteles tentang alam yang menekankan esensi dan kategori dalam, serta pandangan Galileo yang menekankan penyebab luar dan dinamika kekuatan. Menurutnya, Galileo merevolusi sains ketika dia mengubah fokusnya dari sebab-akibat batin menjadi gagasan sebab-akibat yang lebih komprehensif. Bagi Galileo, interaksi kekuatan alam menyebabkan segala sesuatu terjadi, tidak ada yang namanya kecelakaan.

Bagi Lewin, terlalu banyak psikologi yang masih bersifat Aristoteles. Ia juga melihat teori panggung sebagai perpanjangan dari pemikiran Aristotelian. Beralih dari seorang Aristotelian ke perspektif Galilea akan mengurangi pengertian seperti naluri, tipe dan rata-rata.

1). Ruang Hidup

Terdapat fakta psikologis, yaitu ruang hidup seseorang yang terdiri dari semua pengaruh yang bekerja padanya pada waktu tertentu. Terdiri dari kesadaran peristiwa internal dan peristiwa eksternal dan ingatan tentang pengalaman yang pernah dialami (dalam keadaan sadar). Ia merangkum keyakinannya tentang fakta psikologis dalam prinsip komtemporer. Ia juga percaya bahwa pengalaman sejak bayi dapat mempengaruhi perilaku orang dewasa jika pengalaman tersebut dilakukan dalam keadaan sadar. Lalu, ruang kehidupan seseorang juga dicerminkan dari peristiwa imajiner, missal seseorang merasa ia tidak disukai oleh seseorang, maka itu akan mempengaruhi interaksinya dengan orang tersebut. Realitas subjektif mengatur perilaku, bukan fisik.

2). Motivasi

Menurutnya, satu-satunya cara untuk mengurangi ketegangan dalam ruang kehidupan adalah dengan memenuhi kebutuhan tersebut, yaitu kebutuhan kuasi seperti niat mendapatkan mobil, pergi berlibur dan lain-lain. Dalam pengujian hipotesis Lewin, Zeigarnik berasumsi bahwa memberikan tugas untuk dilakukan akan menciptakan sistem ketegangan dan penyelesaian tugas dapat meredakan ketegangan. Ia juga memaparkan bahwa seseorang lebih banyak mengingat jumlah tugas yang belum diselesaikan ketimbang yang sudah diselesaikan. Kecenderungan ini disebut Efek Zeirgarnik.

3). Konflik

Lewin memusatkan studinya pada tiga jenis konflik. Konflik pendekatan-pendekatan terjadi ketika seseorang tertarik pada dua tujuan yang sama, seperti memilih dua jenis makanan yang ia inginkan yang sama-sama menarik. Sedangkan menghindari konflik penghindaran terjadi ketika seseorang ditolak oleh dua tujuan yang tidak menarik pada waktu bersamaan, seperti harus belajar atau mendapatkan nilai yang buruk karena tidak belajar. Lalu ada pendekatan-penghindaran konflik, dimana seseorang hanya memiliki satu tujuan untuk diselesaikan yang membuat perasaannya campur aduk, seperti harus menikah dan ia akan kehilangan banyak waktu sendiri karena pernikahan tersebut.

4). Dinamika Kelompok

Dalam hal ini, Lewin berpendapat bahwa sifat suatu kelompok akan sangat mempengaruhi anggotanya, dimana setiap anggota memiliki sifat ketergantungan dinamis. Ia juga berpendapat bahwa kepemimpinan kelompok mempengaruhi sikap dan produktivitas anggota kelompok

PERKEMBANGAN PSIKOLOGI KOGNITIF

1)      Perkembangan Sebelum 1950

Js Mill menetapkan psikologi sebagai ilmu eksperimental dan Frechener mempelajari peristiwa kognitif secara eksperimental. Sir Frederick Charles mendemonstrasikan bagaimana memori lebih dipengaruhi oleh pengalaman pribadi daripada hukum mekanis asosiasi. Lalu ada beberapa penelitian yang dilakukan  seperti penelitian tentang perkembangan intelektual oleh Piaget yang memaparkan bahwa interaksi anak dengan lingkungan menjadi lebih kompleks dan adaptif karena struktur kognitifnya menjadi lebih terartikulasi melalui pengalaman. Struktur ini terdiri dari skema yang menentukan kualitas interaksi seseorang dengan lingkungan

Lalu pada tahun 1948 Wiener mendefenisikan sibernetika sebagai ilmu yang mempelajari tentang struktur sistem pemrosesan informasi. Hal yang menarik bagi Wiener adalah ketika sistem mekanis atau biologis dapat mencapai suatu tujuan atau menjaga keseimbangan dengan memanfaatkan umpan balik yang nanti akan menimbulkan konsep teori informasi.

2). Perkembangan Selama Tahun 1950-an

Pada tahun ini, psikolog kognitif dipandang sebagai orang yang melambai, dan tidak melakukan apapun yang dapat diuji. Bernard Bears sedikit ragu kalua George A. Miller menjadi pemimpin yang paling efektif dalam kemunculan kognitif. Miller mengatakan bahwa psikologi kognitif modern dimulai selama symposium teori informasi yang disponsori oleh Massachussets Institute of Technology. Miller juga mengutarakan bahwasannya orang hanya dapat membedakan tujuh aspek yang berbeda dari sesuatu. Selain itu, orang hanya dapat mempertahankan sekitar tujuh unit pengalaman yang bermakna. Dan juga selama tahun 1950-an ahli teori humanistic seperti Maslow, Kelly, Rogers dan May terus mengembangkan ide-ide mereka

3). Perkembangan Setelah Tahun 1950-an

Miller dan Jerome Bruner mendirikan Pusat Studi Kognitif di Harvard. Pusat tersebut mempromosikan penelitian tentang proses kognitif dan melakukan banyak hal untuk mempopulerkan gagasan Piaget di antara psikolog AS.

Miller dianugerahi Penghargaan Kontribusi Ilmiah yang dibedakan oleh APA dan ia juga menjabat sebagai preside APA pada tahun 1969, menerima medali emas pada tahun 1990 dan dianugerahi penghargaan oleh Presiden George Bush.

Pada tahun 1967, Uric Neisser yang belajar dengan George Miller menerbitkan bukunya yang berpengaruh di Psikologi Kognitif diama ia mendefinisikan istilah kognitif sebagai semua proses yang dengannya…. Masukan sensorik diubah, dikurangi, diuraikan, disimpan, dipulihkan dan digunakan.

Salah satu teori kognitif yang paling populer dalam psikologi kontemporer adalah teori Albert Bandura yaitu teori kognitif sosial dan teori yang paling mendekati teori bandura adalah teori Tolman. Minat dalam psikologi kognitif eksperimental telah menjadi begitu luas sehingga banyak yang menganggap bahwa revolusi telah terjadi dalam psikologi. Robins, Gosling, dan Craik mencatat bahwa popularitas psikologi kognitif telah meningkat dalam tiga decade terakhir. Namun, mereka setuju dengan Miller yang mengatakan bahwa tidak benar menyebut peningkatan popularitas ini sebagai “revolusi kognitif”.


Nah ini ada mindmap dari aku nih teman2, sesuai dengan materi yang bu Aza jelaskan tadi :D




 

Referensi Jurnal

 Hergenhahn, B.R & Tracy B. Henley, An Introduction to the History of Psychology. Wadsworth: Belmont, CA, 2014

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PSIKOLOGI UMUM PT 4

PSIKOLOGI UMUM PT 13

PSIKOLOGI UMUM PT6